A .LINUX
Untuk mereka yang tidak mampu untuk membeli sistem operasi Microsoft Windows yg asli maka Linux dapat menjadi alternatif sistem operasi yang digunakan di PC secara halal dan tidak membajak perangkat lunak sama sekali. Harganya murah boleh di bilang cuma ganti biaya CD ,menurut pengalaman saya per 1 CD biasanya berkisar Rp.5.000 - 15.000 , semoga Linux menjadi solusi masalah pembajakan di Indonesia GO OPEN...!!
Linux adalah salah sistem operasi yang open source atau bebas sehingga linux tersebut bebas untuk di gunakan, di Copy, di distribusikan, di ubah atau di kembangkan tidak usah ijin siapapun. ya di ukur dari uang Linux memang jauh lebih murah di banding Microsoft Windows tapi tentu andapun tau bukan berarti murahan atau jelek kualitasnya ,dari sudut pandang Teknis dan Pemrograman tidak usah sungkan-sungkan mengatakan bahwa "Linux sampai sekarang memiliki propertiery yg lebih hebat di banding Microsoft Windows" . selain memang arsitektur system Linux memang di bangun degan kerangka dan tingkat keamanan yg bagus dan kuat tentu juga ini terkait kuat dg sifat open source Linux yg memberi kebebasan membangun,ber-improvisasi dan ber-inovasi pada para pengembang tidak seperti di Microsoft Windows yg sangat di batasi oleh propertiery Microsoft yang menjengkelkan ,dikit2 di protect,dikit2 registrasi, salah dikit erorr ...etc!.
Untuk pemula yg baru berkenalan dengan Linux, biasanya mereka terbentur pada masalah pemilihan distribusi atau lebih di kenal dengan sebutan "distro" yang akan digunakan. sebenarnya distro Linux hanya memiliki perbedaan pada paket program aplikasi, tool untuk instalasi ,sedangkan ,perintah dasar ,program, organisasi direktori dan file, dan utilitas tambahan. Secara sistem semuanya sama-sama menggunakan kernel Linux. Dan tidak akan ada habisnya membandingkan distro Linux yang satu dengan lainnya.
Untuk itu di bawah ini beberapa tips yang bisa digunakan dalam memilih distro Linux :
- Distro yang banyak dipakai orang dan juga teman-teman dekat ,di mana hal ini akan mempermudah dalam membantu memecahkan masalah kita seputar penggunaan atau pengembangan Linux
- Distro dengan paket program yang sesuai dengan keinginan atau orientasi kita menggunakan linux.
- Distro yang menyediakan manual gratis dengan penjelasan detail untuk kita pelajari karena ini sangat penting untuk belajar secara mandiri
B.Dasar-dasar Linux
Linux terinspirasi oleh sistem operasi Unix yang pertama kali muncul pada
tahun 1969, dan terus digunakan dan dikembangkan sejak itu. Banyak dari
konvensi disain untuk Unix juga ada pada Linux, dan adalah bagian penting untuk
memahami dasar-dasar dari sistem Linux.
Orientasi utama dari Unix adalah penggunaan antarmuka baris perintah, dan
warisan ini ikut terbawa ke Linux. Jadi antarmuka pengguna berbasis grafik
dengan jendela, ikon dan menunya dibangun di atas dasar antarmuka baris
perintah. Lagipula, hal ini berarti bahwa sistem berkas Linux tersusun agar
dapat dengan mudah dikelola dan diakses melalui baris perintah.
Direktori dan Sistem Berkas
Sistem berkas Linux dan Unix diorganisir dalam struktur hirarki, seperti
pohon. Level tertinggi dari sistem berkas adalah / atau direktori
root. Dalam filosofi disain Unix dan Linux, semua dianggap sebagai berkas,
termasuk hard disks, partisi dan removable media. Ini berarti bahwa semua
berkas dan direktori (termasuk cakram dan partisi lain) ada di bawah direktori
root.
Sebagai contoh, /home/jebediah/cheeses.odt menampilkan alur
(path) ke berkas cheeses.odt yang ada di dalam
direktori jebediah yang mana ada di bawah direktori home, yang
berada di bawah direktori root (/).
Di bawah direktori root (/), ada beberapa kumpulan direktori sistem penting
yang umum digunakan oleh banyak distribusi Linux lainnya. Di bawah ini adalah
daftar dari direktori umum yang berada tepat di bawah direktori root (/) :
·
/bin - aplikasi biner penting
·
/boot - lokasi berkas konfigurasi untuk boot.
·
/dev - berkas peranti (device)
·
/etc - berkas konfigurasi, skrip startup, dll (etc)...
·
/home - direktori pangkal (home) untuk pengguna
·
/lib - libraries yang diperlukan oleh sistem
·
/lost+found - menyediakan sistem lost+found untuk
berkas yang berada dibawah direktori root (/)
·
/media - mount (memuat) removable media seperti
CD-ROM, kamera digital, dll...
·
/mnt - untuk me-mount sistem berkas
·
/opt - tempat lokasi untuk menginstal aplikasi tambahan (optional)
·
/proc - direktori dinamis khusus yang menangani informasi mengenai
kondisi sistem, termasuk proses-proses (processes) yang sedang berjalan
·
/root - direktori pangkal untuk root, diucapkan
'slash-root'
·
/sbin - sistem biner penting
·
/sys - mengandung informasi mengenai system
·
/tmp - berkas sementara (temporary)
·
/usr - tempat aplikasi dan berkas yang sering digunakan oleh pengguna
(users)
·
/var - berkas variabel seperti log dan database
Hak Akses
Semua berkas dalam sistem Linux mempunyai hak akses yang dapat mengizinkan
atau mencegah orang lain dari menilik, mengubah atau mengeksekusi. Pengguna
super "root" mempunyai kemampuan untuk mengakses setiap berkas dalam
sistem. Setiap berkas memiliki pembatasan akses, pembatasan pengguna, dan
memiliki asosiasi pemilik/grup.
Setiap berkas dilindungi oleh tiga lapis hak akses berikut ini:
·
pengguna
berlaku bagi pengguna yang adalah pemilik dari suatu berkas
·
grup
berlaku bagi grup yang berhubungan dengan suatu berkas
·
lainnya
berlaku bagi semua pengguna lainnya
Di dalam setiap dari tiga setelan hak izin ada hak izin sesungguhnya. Hak
izin, dan cara penggunaannya untuk berkas dan direktori, diuraikan dibawah ini:
·
baca
berkas dapat ditampilkan/dibuka
isi direktori dari ditampilkan
·
tulis
berkas dapat disunting atau dihapus
isi direktori dari dimodifikasi
·
eksekusi
berkas eksekusi dapat dijalankan sebagai program
direktori dapat dimasuki
Untuk menilik dan menyunting hak izin pada berkas dan direktori, buka Applications->Accessories->Home Folder dan klik kanan di
berkas atau direktori. Kemudian pilih Properties. Info hak izin ada di tab Permissions dan
Anda dapat mengubah seluruh level hak izin, apabila Anda adalah pemilik dari
berkas tersebut.
Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai hak izin berkas di Linux,
baca halaman hak izin berkas di Wiki Ubuntu.
Terminal
Bekerja dengan baris perintah tidaklah tugas yang menakutkan seperti yang
Anda pikir sebelumnya. Tidak dibutuhkan pengetahuan khusus untuk mengetahui
bagaimana menggunakan baris perintah, ini adalah program seperti yang lainnya.
Semua tugas di Linux dapat diselesaikan menggunakan baris perintah, walaupun
telah ada alat berbasis grafik untuk semua program, tetapi kadang-kadang itu
semua tidak cukup. Disinilah baris perintah akan membantu Anda.
Terminal berada di Applications->Terminal . Terminal sering disebut command prompt atau shell. Di masa lalu,
hal ini adalah cara pengguna untuk berinteraksi dengan komputer, dan para
pengguna Linux berpendapat bahwa penggunaan perintah melalui shell akan lebih
cepat dibanding melalui aplikasi berbasis grafik dan hal ini masih berlaku
sampai sekarang. Disini Anda akan mempelajari bagaimana menggunakan terminal.
Kegunaan awal dari terminal adalah sebagai peramban (browser) berkas dan
kenyataannya saat ini masih digunakan sebagai peramban berkas, di saat
lingkungan berbasis grafik tidak tersedia. Anda dapat menggunakan terminal
sebagai peramban berkas untuk melihat berkas dan membatalkan perubahan yang
telah dibuat.
Perintah Umum
Menilik Direktori - ls
Perintah ls (LiSt) melihat daftar berkas dalam suatu
direktori.
Membuat Direktori: - mkdir (nama direktori)
Perintah mkdir (MaKeDIRectory) untuk membuat direktori.
Mengubah Direktori: - cd (/direktori/lokasi)
Perintah cd perintah (ChangeDirectory) akan mengubah dari
direktori Anda saat ini ke direktori yang Anda tentukan.
Menyalin Berkas/Direktori: - cp (nama berkas atau
direktori) (ke direktori atau nama berkas)
Perintah cp (CoPy) akan menyalin setiap berkas yang Anda
tentukan. Perintah cp -r akan menyalin setiap direktori yang
Anda tentukan.
Menghapus Berkas/Direktori: - rm (nama berkas atau
direktori)
Perintah rm perintah (ReMove) akan menghapus setiap berkas
yang Anda tentukan. Perintah rm -rf akan menghapus setiap
direktori yang Anda tentukan.
Ganti Name Berkas/Direktori - mv (nama berkas atau
direktori)
Perintah mv (MoVe) akan mengganti nama/memindahkan setiap
berkas atau direktori yang Anda tentukan.
Mencari Berkas/Direktori: - mv (nama berkas atau
direktori)
Perintah locate akan setiap nama berkas yang anda tentukan
yang ada di dalam komputer. Perintah ini menggunakan indeks dari berkas dalam
sistem Anda untuk bekerja dengan cepat: untuk memutakhirkan indeks ini jalankan
perintah updatedb. Perintah ini berjalan otomatis setiap hari,
apabila komputer Anda nyala terus setiap hari. Dan perintah ini harus
dijalankan dengan hak istimewa administratif (lihat “Root Dan Sudo”).
Anda juga dapat menggunakan wildcard untuk mencocokkan satu atau lebih
berkas, seperti "*" (untuk semua berkas) atau "?" (untuk
mencocokkan satu karakter).
Untuk pengenalan lebih lanjut mengenai baris perintah Linux, silakan
baca pengenalan baris perintah di wiki Ubuntu.
Penyuntingan Teks
Semua konfigurasi dan setelan di Linux tersimpan di dalam berkas teks.
Walaupun biasanya Anda menyunting konfigurasi ini melalui antarmuka berbasis
grafik, sesekali mungkin Anda harus menyuntingnya secara manual. Geditadalah
editor teks baku di Ubuntu, yang dapat Anda luncurkan dengan mengeklik Applications->Accessories->Mousepad di sistem menu
desktop.
Anda juga dapat menjalankan Mousepad lewat baris perintah
menggunakan gksudo, yang akan menjalankan Mousepad dengan
hak akses administratif, dalam rangka untuk mengubah berkas konfigurasi.
Jika Anda ingin menggunakan editor teks dari baris perintah, Anda dapat
menggunakan nano, editor teks sederhana yang mudah dipakai. Saat
menjalankannya dari baris perintah, selalu gunakan perintah berikut, untuk
memastikan editor tidak memasukkan jeda baris:
nano -w
Selain ini ada juga beberapa editor berbasis terminal yang tersedia di
Ubuntu, paling populer adalah seperti VIM dan Emacs.
Aplikasi ini lebih kompleks untuk digunakan dibandingkan nano, akan
tetapi lebih handal.
Root Dan Sudo
Pengguna root di GNU/Linux adalah pengguna yang mempunyai akses
administratif untuk mengelola sistem. Pengguna biasa tidak mempunyai akses ini
karena alasan keamanan. Akan tetapi, Kubuntu tidak menyertakan pengguna root.
Malahan, akses pengelolaan diberikan kepada pengguna individu, yang dapat
menggunakan aplikasi "sudo" untuk melakukan tugas pengelolaan. Akun
pengguna pertama yang Anda buat pada sistem saat instalasi akan, dengan baku,
mempunyai akses ke sudo. Anda dapat membatasi atau mengaktifkan akses sudo ke
pengguna lain dengan aplikasiUsers and Groups .
Ketika Anda menjalankan aplikasi yang membutuhkan hak akses root, sudo akan
menanyakan Anda untuk memasukkan kata sandi pengguna normal. Hal ini untuk
memastikan agar aplikasi berbahaya tidak merusak sistem Anda, dan berfungsi
sebagai pengingat bahwa Anda sedang melakukan tugas administratif sistem yang
mengharuskan Anda agar berhati-hati!
Untuk menggunakan sudo pada baris perintah, cukup ketik "sudo"
sebelum perintah yang Anda ingin jalankan. Sudo kemudian akan menanyakan kata
sandi.
Sudo akan mengingat kata sandi Anda untuk waktu yang telah ditentukan
sebelumnya (bakunya 15 menit). Fitur ini didisain untuk mengizinkan pengguna
melakukan multitugas administratif tanpa harus menanyakan kata sandi setiap
waktu.
Beberapa tips lain untuk menggunakan sudo:
·
Untuk menggunakan terminal "root", ketik "sudo -i" pada
baris perintah.
·
Seluruh grup perkakas konfigurasi berbasis grafik dalam Ubuntu sudah
menggunakan sudo, jadi Anda akan ditanyakan kata sandi jika dibutuhkan.
·
Ketika menjalankan perkakas berbasis grafis dengan "sudo",
cobalah jalankan dengan "gksudo". Perintah ini akan membuka window
kecil yang akan menanyakan kata sandi pengguna. "gksudo" sangat
berguna jika Anda ingin men-setup launcher untuk Synaptic di
panel Anda, atau aplikasi lainnya.
D.Perintah-perintah Dasar
Linux memiliki fleksibilitas tinggi. Jika Anda tidak membutuhkan
tampilan grafis, Linux tetap
dapat digunakan secara penuh. Bagi yang tidak kesulitan dalam
penglihatan, Linux sering dikritik
karena memiliki kelebihan ini. Mengapa dikritik? Karena banyak
pengguna Linux yang sedang
bekerja dengan modus teks, tidak perlu grafis. Akibatnya, orang lain
yang belum pernah
menggunakan Linux melihat Linux itu tidak menarik. Padahal, di balik
perintah-perintah, apalagi
dengan editor teks, banyak karya dihasilkan dengan Linux tanpa
grafis.
Misalnya, Linux tanpa grafis cukup baik untuk membaca email, menulis
email, membaca berita
di Internet, membuat file teks, membuat program berbasis web mulai
dari memformat halaman
HTML, membuat program PHP, Javascript, dan Java serta bahasa
pemrograman lainnya.
Berikut ini contoh-contoh perintah dan program di Linux yang sangat
berguna untuk bekerja
sehari-hari.
Perintah-perintah dasar seperti DOS.
Semua perintah DOS atau command di Windows memiliki padanannya di
Linux. Sebaliknya,
banyak perintah di Linux, misalnya untuk mengonfigurasi
server-server, tidak dapat dilakukan
dengan Windows. Perintah-perintah seperti DOS itu antara lain:
$ ls artinya melihat isi direktori atau dir
$ mkdir artinya membuat direktori
$ rmdir artinya menghapus direktori yang tidak ada isinya
$ cp artinya copy, rm artinya remove atau delete, mv artinya move
atau pindah
$ cd artinya pindah direktori. Jika tanpa opsi atau argument,
berarti pindah ke direktori home
user yang sedang login.
Perintah-perintah dan aplikasi khusus.
$ pwd artinya print working directory atau menanyakan nama direktori
sekarang.
$ whoami artinya menanyakan siapa yang sekarang sedang bekerja (user
apa yang sedang
digunakan).
$ mail artinya melihat email yang masuk. Jika ada daftar email,
tekan r diikuti nomor email
untuk membaca email tersebut, r untuk mereply dan d untuk menghapus.
Keluar dari email
Modul 4 - 1gunakan q atau x jika tidak jadi menghapus.
$ lynx untuk mengakses web, seperti links.
$ joe editor teks yang mirip ne dan emacs.
$ vi juga editor teks yang mirip ne.
$ su untuk berubah menjadi root.
$ ps untuk melihat daftar program yang sedang berjalan, lengkap
dengan nomor id. Lebih
lengkap lagi menggunakan perintah ps -aux.
$ cat untuk menampilkan isi file tanpa mengedit.
$ less mirip dengan cat, namun bisa melihat per layar atau per
baris.
Untuk mengetahui arti setiap perintah, tersedia perintah “man
perintah” yang akan menampilkan
manual perintah. Contoh berikut ini untuk menampilkan manual
perintah ls.
$ man ls
E.Mengenal User di Linux
Linux adalah sistem operasi multiuser dan multitasking. Multiuser
artinya, dalam waktu yang
bersamaan, Linux dapat digunakan oleh banyak user, baik melalui
keyboard dan mouse yang sama
atau melalui komputer lain dalam jaringan.
Multitasking artinya dalam waktu yang sama, Linux dapat menjalankan
beberapa program.
Bahkan Linux dapat menjalankan banyak Window, misalnya Anda dapat
menjalankan Icewm,
XFCE, Blackbox, KDE, dan GNOME, seakan-akan menjalankan Windows 95,
98, XP, Vista, NT,
2000, dan 2003, juga Macintosh secara bersamaan.
Setiap user memiliki hak yang berbeda, misalnya sesama user biasa
tidak bisa saling melihat isi
direktori dan isi file. Ini salah satu yang membuat Linux aman
terhadap penyebaran virus.
F. Bekerja sebagai Administrator
Saat bekerja, biasanya pengguna login sebagai user biasa. User biasa
tidak punya akses penuh
terhadap sistem. Agar dapat memiliki akses penuh, Anda harus login
sebagai root atau superuser.
Jika Anda telah login sebagai user biasa, Anda dapat berubah menjadi
root dengan perintah su.
Di distro Linux lain seperti Ubuntu, Anda bisa mudah untuk berubah
menjadi root, tanpa harus
memasukkan password, dengan perintah “sudo su”. Dalam kenyataan
kerja yang normal di Linux,
setiap user dan root harus memiliki password.
Untuk keamanan, bekerja biasa harus menggunakan user biasa, bukan
root, karena root punya
kekuasaan tak terbatas. Jika sedikit saja melakukan kesalahan,
misalnya menghapus file penting,
komputer bisa bermasalah. Untuk bekerja sebagai root, sebaiknya
tetap sebagai user biasa, lalu
menjalankan perintah untuk root dengan menambahkan kata sudo di
depan perintah. sudo artinya
superuser do atau menjalankan perintah sebagai root.
Agar user biasa bisa menjalankan tugas root dengan password (misal user01) atau tanpa
Modul 4 - 2password (misal rus), edit file /etc/sudoers dengan
menambahkan baris berikut ini:
user01 ALL=(ALL) ALL
rus ALL=(ALL) NOPASSWD: ALL
Berikut ini beberapa perintah penting sebagai admin. Sekali lagi,
sebagai user ubuntu,
tambahkan perintah sudo di depan perintah-perintah ini. Misalnya,
sudo fdisk -l untuk melihat
susunana partisi harddisk. Atau lebih dahulu berubah menjadi root
sehingga prompt berubah dari
lambang dollar ($) menjadi pagar (#).
$ sudo su
#
Menambah user baru:
# adduser nama-user
Menghapus user:
# deluser nama-user
Mengaitkan harddisk /dev/hda1 ke sistem Linux dengan titik kait di
/mnt/hda1. Mount juga
untuk disket atau CDROM atau file sharing di komputer lain.
# mount /dev/hda1 /mnt/hda1
Sekali lagi, hati-hati saat bekerja sebagai root, karena kekuasaan
root yang tidak terbatas dapat
menghapus data apa saja, termasuk memartisi memformat hard disk.
Jika tidak hati-hati dalam
bekerja, Anda dapat menghilangkan data atau merusak sistem Linux dan
semua sistem yang ada di
dalam hard disk, flash disk atau tempat penyimpanan lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar